Pengendara Motor Rentan Kena Hipotermia Saat Musim Hujan

0
9

SehatPedia.ID – Musim hujan memberikan banyak keberkahan. Namun di sisi lain, musim hujan rentan membawa penyakit, seperti demam berdarah, leptospirosis, flu, dan lain-lain.

Salah satu gangguan kesehatan yang harus diwaspadai selama musim yang identik dengan udara dingin ini dan banjir adalah hipotermia.

Para pengendara sepeda motor yang setiap hari harus terpapar dengan kondisi tersebut di musim hujan sangat rentan terserang hipotermia. Untuk mencegah hipotermia, kenali gejala dan cara mengatasinya di bawah ini.

Risiko Hipotermia Rentan Dialami Pengendara Motor

Hipotermia adalah kondisi yang terjadi saat suhu tubuh menurun drastis. Normalnya, suhu tubuh manusia berada di kisaran 37 derajat Celsius. Namun saat mengalami hipotermia, suhu tubuh bisa berada di bawah 35 derajat Celsius.

Jangan remehkan hipotermia, sebab kondisi ini bisa mengakibatkan otak, jantung, dan organ penting tubuh lainnya tidak bekerja dengan optimal.

Pengendara motor yang kehujanan rentan terserang hipotermia. Sebab, saat berkendara dan kehujanan mereka mau tak mau harus menggunakan pakaian yang basah dalam waktu lama.

Hipotermia tak hanya mengintai para pengendara motor saja, namun bisa dialami oleh semua orang.

Umumnya, hipotermia dapat dialami ketika berada di kondisi cuaca yang sedang berangin atau dingin dalam jangka waktu lama.

Hipotermia juga dapat terjadi ketika seseorang memakai baju yang basah kemudian kering di tubuh dan terjadi berulang-ulang.

Akan tetapi, ada beberapa orang yang rentan terkena hipotermia, misalnya seperti orang lanjut usia dan bayi. Lalu, hipotermia juga lebih mudah dialami apabila Anda punya kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Ketika hipotermia terjadi, seseorang dapat mengalami gejala-gejala berikut:

  • Menggigil adalah gejala umum dari hipotermia. Kondisi ini terjadi sebagai cara tubuh untuk melawan suhu ekstrem. Saat kita menggigil, panas akan berusaha dihasilkan tubuh melalui gerakan otot yang meningkat.
  • Denyut nadi melemah dan badan lemas.
  • Napas jadi pendek dan melambat.
  • Bicara meracau dan cadel.
  • Mulai kehilangan kesadaran secara perlahan.
  • Kulit tampak pucat.
  • Tangan dan jari mati rasa.
  • Kulit bayi yang mengalami hipotermia terasa sangat dingin dan terlihat merah

Cara Mencegah dan Mengatasi Hipotermia pada Pengendara Motor

Saat berkendara dengan sepeda motor di musim hujan, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guna mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan termasuk hipotermia. Berikut beberapa cara mencegah hipotermia saat naik motor:

  • Berpakaian Sesuai Musim

Saat mengendarai motor di musim hujan, gunakan pakaian tertutup yang lebih tebal dari hari biasanya.

Berpakaian tebal dilakukan untuk menjaga tubuh tetap hangat dan menghindari paparan langsung dari angin bersuhu dingin

  • Bawa Jas Hujan

Penting untuk selalu membawa dan menyimpan jas hujan saat berkendara dengan motor di musim hujan.

Pilih model jas hujan yang berbahan tebal dan menutupi seluruh bagian tubuh untuk meminimalisir paparan air serta udara dingin.

  • Berteduh

Jika memang hujan sangat deras atau angin terlampau kencang, menepilah dan berteduh untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan. Kembalilah berkendara saat cuaca sudah mereda.

  • Jaga Daya Tahan Tubuh

Jika pekerjaan menuntut Anda untuk berkendara dengan motor setiap hari meski sedang musim hujan, jagalah daya tahan tubuh tetap sehat.

Caranya, dengan menjaga pola makan sehat dan minum suplemen (bila perlu) agar tidak mudah sakit.

Jika menemukan adanya tanda-tanda hipotermia seperti yang telah disebutkan di atas, baik yang dialami diri sendiri maupun orang lain, jangan ragu untuk segera melakukan tindakan pertolongan pertama.

Berikut adalah cara memberikan pertolongan pertama untuk mengatasi hipotermia:

  • Segera ganti pakaian yang basah dengan yang kering.
  • Jika penderita tidak bisa bergerak, segera pindahkan ke ruangan yang lebih hangat. Letakkan tubuh penderita hipotermia dekat dengan sumber panas.
  • Kompres hangat atau berikan botol berisi air hangat di area leher, dada, dan selangkangan penderita hipotermia.
  • Gunakan selimut atau jaket berlapis untuk menghangatkan tubuh, khususnya di area perut dan kepala.
  • Jika penderita bisa merespon atau masih sadar, segera berikan minuman hangat. Namun, hindari memberikan minuman beralkohol atau berkafein, ya.
  • Peluk penderita dengan perlahan agar terjadi kontak kulit ke kulit. Hal ini mampu menghangatkan tubuh.

Masih berlangsungnya musim hujan hingga sekitar bulan April, tentu masih membuka peluang terjadinya hipotermia. Oleh karena itu, Anda harus waspada dan berhati-hati dalam berkendara.

Selalu siapkan jas hujan dan perlengkapan yang mendukung, khususnya jika Anda adalah pengendara motor yang kerap menerobos hujan.

Jika merasakan gejala hipotermia, segera lakukan tindakan pertolongan pertama. Apabila keluhan tak kunjung membaik, segera berobat ke dokter.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here