Kenali Gejala Tuberkulosis pada Anak

0
29

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang segala usia, termasuk anak-anak. Risiko TB pada anak bahkan lebih tinggi, mengingat daya tahan tubuh mereka yang masih lemah.

Penyebab tuberkulosis pada anak dan dewasa sama, yaitu infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kendati demikian, gejala TB pada anak cenderung sulit dideteksi sehingga sering terlambat ditangani.

Untuk menghindari kondisi tersebut, berikut ini adalah gejala TB pada anak yang mesti Anda kenali dan waspadai sejak dini:

1. Batuk Tak Kunjung Sembuh

Selalu ingat kapan si kecil mulai batuk-batuk, dan sudah berapa lama gejala itu berlangsung. Apakah sudah lebih dari 2 minggu? Bila ya, lebih baik segera membawanya ke dokter.

Batuk yang tak kunjung sembuh atau membaik setelah beberapa hari dapat menjadi gejala tahap awal TB pada anak.

2. Batuk Berdarah

Selain tak kunjung sembuh, TB pada anak juga bisa menyebabkan batuk keras dan berdarah.

Dalam istilah medis, batuk berdarah disebut dengan hemoptisis. Hal ini bisa terjadi akibat pembuluh darah di sekitar kavitas (lubang) yang pecah karena serangan kuman tuberkulosis.

Gejala ini umumnya disertai demam, nyeri dada, dan sesak napas. Bila dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa mengancam keselamatan.

3. Berat Badan Turun

Jika kondisi tubuh si kecil kian hari semakin kurus, waspadalah. Sebab, tuberkulosis juga bisa menyebabkan anak kehilangan nafsu makan.

Ironisnya, tubuh membutuhkan banyak asupan bergizi supaya sistem kekebalan meningkat dan mampu melawan serangan kuman.

Dengan nafsu makan yang menurun drastis, proses pemulihan sulit diwujudkan. Apalagi, terkadang keinginan untuk makan jadi hilang karena disela oleh batuk  terus-menerus.

4. Mudah Lelah dan Nyeri Dada

TB pada anak dapat menyebabkan gejala mudah lelah dan nyeri dada. Hal ini disebabkan oleh kemampuan atau fungsi paru yang terganggu oleh peradangan selaput (pleura).

Bila si kecil yang tadinya aktif menjadi tidak bersemangat, mudah lelah, dan saat batuk ia turut memegang dadanya untuk menahan rasa nyeri, bisa jadi itu adalah gejala TB pada anak.

5. Berkeringat di Malam Hari

Keringat biasanya muncul apabila anak habis bermain atau melakukan aktivitas fisik.

Jika anak berkeringat pada malam hari padahal ia tidak melakukan aktivitas fisik yang melelahkan, ini dapat menjadi indikasi dirinya terserang tuberkulosis.

6. Demam Meriang Lebih dari Sebulan

Demam meriang sering dianggap sebagai gejala masuk angin. Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi indikasi anak terkena TB.

Oleh sebab itu, segera periksakan anak ke dokter jika ia mengalami demam meriang yang tak berkesudahan.

7. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening 

Anak yang mengalami tuberkulosis berpotensi mengalami pembesaran kelenjar getah bening di area leher, ketiak, dan area sekitar selangkangan tanpa rasa nyeri.

Kelenjar getah bening bisa membesar lebih dari 1 centimeter dan jumlahnya lebih dari satu

8. Pembengkakan Tulang atau Sendi Panggul

Beberapa kasus TB pada anak biasanya ditemukan pembengkakan tulang atau sendi panggul, yang terkadang tidak disadari sampai keluhan yang lebih parah muncul.

9. Pertumbuhan Terhambat 

Tuberkulosis pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tinggi badan. Hal ini khususnya terjadi apabila kebutuhan gizi selama menderita penyakit tersebut tidak diperhatikan atau terpenuhi.

Segera periksakan ke dokter jika si kecil mengalami gejala-gejala di atas. Bila benar anak terkena TB, dokter biasanya akan memberikan obat anti-tuberkulosis (OAT) selama 6 bulan yang harus dikonsumsi setiap hari secara teratur.

Di sinilah Anda harus memantau kedisiplinan pengobatan. Jika tidak, kuman malah bisa kebal dan resisten. Kalau ini terjadi, OAT menjadi tak ampuh lagi, bahkan bisa memperparah sekaligus menyebabkan penyebaran kuman TB ke organ selain paru.

Penting untuk melakukan deteksi dini gejala TB pada anak, agar penangangan bisa segera dilakukan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here