Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh Alias Kentut, Ini Penyebabnya

0
15

SehatPedia.ID – Flatus adalah proses pembuangan gas pencernaan melalui anus. Kondisi yang juga dikenal sebagai kentut ini dialami semua orang yang memiliki pencernaan normal.

Pada umumnya, Anda buang gas sebanyakan 12-25 kali dalam sehari. Jika Anda mengalami kesulitan flatus atau Anda malah terlalu sering kentut, kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan di pencernaan.

Penyebab flatus

Penyebab flatus adalah penumpukan gas di organ pencernaan. Saat Anda makan, tidak hanya makanan atau minuman yang Anda telan menuju organ pencernaan, tapi juga gas seperti nitrogen dan oksigen.Selain gas yang tertelan, gas pada makanan atau minuman juga dapat menambah jumlah gas di pencernaan. Misalnya, saat Anda mengonsumsi minuman bersoda.Gas lainnya dapat dihasilkan dari proses fermentasi bakteri di organ pencernaan. Beberapa jenis zat makanan yang dipecah akan menghasilkan gas, di antaranya gas metan, karbondioksida, dan hidrogen. Kumpulan gas ini juga bisa menyebabkan flatus atau kentut berbau busuk.Beragam gas ini lantas berkumpul di pencernaan dan harus dikeluarkan. Proses pengeluaran gas sisa pencernaan melalui anus inilah yang disebut flatus. Sementara, pengeluaran gas melalui mulut disebut dengan sendawa.

Makanan yang meningkatkan gas di pencernaan

Beberapa jenis makanan dapat menghasilkan gas lebih banyak dari jenis makanan lain karena kandungan zat di dalamnya. Jenis zat dan makanan yang dapat menyebabkan flatus adalah:

1. Karbohidrat yang sulit dicerna

Karbohidrat yang sulit dicerna di usus halus akan dicerna di usus besar, di mana bakteri akan memecah karbohidrat dan menghasilkan gas. Jenis-jenis karbohidrat yang tidak dicerna, di antaranya gula (fruktosa, rafinasi, dan sorbitol), serat larut dan tidak larut, serta zat pati.

2. Makanan tinggi rafinasi 

Pencernaan manusia tidak memiliki cukup enzim untuk memecah rafinasi. Oleh karena itu, saat mencerna rafinasi, bakteri di usus akan memprosesnya dan menghasilkan banyak gas. Zat ini banyak ditemukan pada kacang-kacangan, serealia utuh, asparagus, brokoli, dan kubis.

3. Makanan dan minuman tinggi sulfur

Makanan tinggi sulfur dapat menyebabkan frekuensi flatus atau kentut menjadi lebih sering dan berbau lebih tajam. Jenis-jenis makanan ini meliputi bawang, kembang kol, dan minuman beralkohol, seperti anggur dan bir.

4. Makanan mengandung alkohol gula

Alkohol gula adalah gula buatan yang sering digunakan sebagai pengganti gula nonkalori. Alkohol gula dapat ditemukan pada produk olahan bebas gula.Karena tubuh tidak memiliki enzim untuk memecah alkohol gula, maka banyak gas akan dihasilkan saat mencernanya.

Kondisi kesehatan yang meningkatkan gas pencernaan

Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kumpulan gas di pencernaan dan meningkatkan frekuensi flatus adalah:

1. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa ditandai dengan perut kembung dan sering buang gas setelah mengonsumsi makanan yang terbuat dari susu dan turunannya.

2. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac adalah gangguan imun tubuh yang akan bereaksi saat Anda konsumsi gluten. Gejala penyakit Celiac meliputi perut kembung dan flatus akibat peningkatan jumlah gas dalam pencernaan.

3. Irritable bowel syndrome (IBS)

IBS adalah gangguan kronis yang memengaruhi fungsi usus besar. Kondisi ini dapat menyebabkan usus kesulitan mencerna makanan dan menghasilkan gas berlebihan. Gejala dari IBS berupa sakit perut, diare atau sembelit, dan perut bergas.

Bolehkah flatus atau kentut ditahan?

Flatus adalah proses alami tubuh. Meski demikian, membuang gas sembarangan dianggap hal yang tabu dan melanggar etika. Maka tidak mengherankan jika banyak yang menahan buang gas di tempat umum.Di sisi lain, menahan flatus atau kentut dalam waktu lama tidak disarankan karena bisa menyebabkan berbagai kondisi berikut:

  • Perut sakit
  • Pencernaan terasa tidak nyaman
  • Perut kembung
  • Gangguan pencernaan
  • Heartburn.

Belum ada penelitian yang menemukan konsekuensi jangka panjang dari menahan flatus. Namun, sebaiknya Anda segera menuju toilet atau ke tempat yang memungkinkan untuk buang gas tanpa mengganggu orang lain.Ada baiknya jika Anda juga berkonsultasi dengan dokter saat Anda buang gas terlalu sering (lebih dari 25 kali sehari) dan berbau tajam. Gejala lain yang bisa menandakan adanya penyakit saat muncul bersama flatus adalah:

  • Feses berdarah
  • Diare
  • Sembelit
  • Nyeri dada
  • Kehilangan selera makan
  • Gejala lain yang membuat Anda khawatir.

Anda juga dapat menghubungi dokter jika mengalami gejala tidak bisa buang gas dalam jangka waktu lama, walaupun tidak menahannya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here